KRITERIA INVESTASI PADA ASPEK KEUANGAN
KRITERIA INVESTASI PADA ASPEK KEUANGAN
Payback Period
Ada beberapa penjelasan mengenai para ahli
tentang pengertian payback period diantaranya menurut Abdul Cholic (2004) yang
menyatakan bahwa payback period adalah jangan waktu kembalinya investasi yang
telah dikeluarkan. Menurut Bambang Riyanto (2004) payback period adalah suatu
period yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran invertasi dengan
menggunakan proceeds atau aliran netto. Dari kedua pernyataan ahli
tersebut dapat disimpulkan bahwa payback period intinya adalah jangka waktu
atau periode yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan atau badan usaha untuk
menutupi modal/dana yang telah di investasikan selama proses bisnis
berlangsung.
Lamanya dana yang kembali dalam perusahaan
atau badan usaha didapat dari keuntungan selama proses bisnis berlangsung.,
semakin cepat dana dana kembali maka semakin baik.Payback period dapat dihitung
melalu rumus. Payman period dapat digunakan untuk semua perusahaan baik yang
besar maupun yang kecil karena penggunaanya mudah, tetapi ada beberapa
kelemahan dari payback period yaitu menentukan bunga yang layak mengingat
pertumbuhan ekonomi saat ini yang tidak menentu
Payback period dapat dihitung dengan rumus
sebagai berikut.
Contoh soal:
Perusahaan berlian kokoh mengusulkan proyek investasi
dengan dana Rp. 630 juta dan ditargetkan penerimaan dana investasi setiap
tahunnya adalah Rp. 54 juta, berapa pay back periodnya?
Jawab :
Diketahui
Nilai Investasi =
Rp. 630 juta
Proceeds =
Rp. 54 juta
Maka,
Pay Back Period = Rp. 630.000.000,- = 11, 66 Tahun
= 11 tahun 6 bulan
Rp.
54.000.000,-
Kesimpulan dari nilai Proyek sebesar Rp. 630 juta dapat dikembalikan
investasinya dalam waktu 11 tahun 6 bulan
ROI(return of investment)
ROI(return of investment)
ROI(return of
investment) adalah cara yang dilakukan perusahaan atau badan usaha untuk
mengukur kemampuan dalam menghitung keuntungan
dan kerugian yang didapat dari keseluruhan dana dalam perusahaan, artinya segala proses di dalam perusahaan
seperti pengeluaran biaya produksi atau hasil penjualan suatu produk termasuk
ROI(return of investment).
Jika dalam suatu perusahaan terdapt beberapa investor yang
menanamkan uangnya di perusahaan tersebut maka return of investmen yang di
dapat adalah pembagian keuntungan. Contoh lainnya yang sering kita jumpai
adalah bisnis taxi, dalam bisnis ini yang modal utama yang dikeluarkan oleh
perusahaan adalah sebuah mobil yang dapat di operasikan misalnya selama 5
tahun, maka perusahaan harus menghitung return of investment yang di dapat
berupa keuntungan yang didapat selama 5 tahun beroperasi dan kerugian yang di dapat
apabila mobil mengalami kecelakaan kemudian rusak. Jika dalam perhitungan lebih
banyak mendapatkan keuntungan maka proses bisnis pun akan berjalan, berbeda
jika kerugian yang dominan akan di dapat yang otomatis akan memperbesar resiko
maka proses bisnis tidak akan berjalan.
Ada beberapa kelebihan dan kelemahan yang di ungkapkan para
ahli yaitu :
1. ROI merupakan
pengukuran yang komprehensif dimana semua laporan keuangan tercermin dari rasio
ini (Anthony dan Govindrajan, 2007.
2. ROI mudah dihitung, mudah dipahami, dan sangat berarti
dalam pengertian absolute (Anthony dan Govindrajan, 2007).
3. ROI merupakan denominator yang dapat diterapkan ke setiap
unit organisasi yang bertanggung jawab terhadap profitabilitas, tanpa
mempedulikan ukuran dan jenis usahanya (Anthony dan Govindrajan, 2007).
Kelemahan :
1.Tingkat pengembalian yang kurang akan menurunkan ROI
(Anthony dan Govindrajan, 2007).
2.Keputusan-keputusan yang meningkatkan ROI suatu pusat
investasi dapat menurunkan laba keseluruhan (Anthony dan Govindrajan, 2007).
Berikut ini merupakan contoh soal dari roi mengenai pembelian rumah dan kemudian disewakan, Rido membeli sebuah rumah
sebesar 900.000.000 dan mengeluarkan uang dimuka (DP) sebesar 300.000.000. Rido sangat beruntung
karena rumahnya disewa oleh sebuah perusahaan dan rido mendapatkan pendapatan
sebesar 20.000.000 per tahun. Maka ROI investasi rumah yang dilakukan Bapak A
adalah 6,6% (20.000.000 / 300.000.000).
Maka dapat disimpulkan roi merupakan hal yang berguna saat ingin melakukan investasi dan saat mencari dana, perhitungan berguna untuk menghitung hasil pasti dari keuntungan murni.
Time Value of money
Time value
of money adalah nilai dari suatu mata uang yang akan berubah seiring dengan
berjalannya waktu. Nilai dari uang pada saat ini mungkin akan lebih berharga
dari pada masa yang akan dating, bisa 1 tahun
atau beberapa tahun yang akan datang. Time value of money berguna untuk
memaksimalkan keuntungan yang di dapat tetapi ada beberapa hambatan yang di
dapat pada saat menentukan time value of money
Di dalam perhitungan Time value of money perlu diperhatikan
jangka waktu yang berlalu dan nilai dari pengembalian yang didapat, contohnya
pada saat ini buku bisa di beli dengan uang 5000 rupiah tetapi pada masa depan
apakah buku tesebut bisa dibeli dengan uang 5000 rupiah? Jawabnya belum tentu
karena nilai dari uang 5000 sekarang dan yang akan dating pasti berbeda. Banyak
factor yang mempengaruhi perubahan nilai uang diantaranya yang paling
berpengaruh adalah dari segi ekonomi, jika ekonomi semakin memburuk dan nilai
mata uang melemah maka nilai dari uang tersebut akan terus meningkat, bisa juga
diakibatkan oleh kebijakan pemerintah dan suasana politik.
Time values of money dapat dihitung dengan beberapat rumus
dibawah ini:
Kesimpulan
Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu dari uang merupakan konsep dimana terfokuskan pada uang saat ini atau yang akan datang berguna dibandingkan dengan uang yang telah berlalu.
SUMBER :
File.ui.edu/
https://roziauliaalam.wordpress.com/2014/12/01/konsep-nilai-waktu-dari-uang-time-value-of-money/
https://andrijunior.wordpress.com/2013/09/24/6-rumus-dasar-time-value-of-money/
https://www.finansialku.com/menghitung-roi-atau-tingkat-pengembalian-investasi/
http://harihsusanto.blogspot.co.id/2010/05/kriteria-penilaian-investasi.html
http://saranghaeqoutes.blogspot.co.id/2016/06/pay-back-period-penjelasan-dan-contoh.html



Komentar
Posting Komentar